Senin, 20 Februari 2012

IBU-IBU SIKIB RESMIKAN RUMAH PRODUKSI GULA SEMUT DESA HARGOTIRTO

Ibu-ibu Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) meresmikan rumah produksi gula semut "Mbok Tani"Hargotirto Kokap Kulon Progo

WATES - KRradio - Salah satu potensi unggulan di Kulonprogo yang sangat prospektif untuk dikembangkan menjadi gula merah kristal atau gula semut. Gula semut yang berkualitas berbahan baku nira dari pohon kelapa yang berkualitas baik sebagai bahan baku pembuatannya. Pengumpulan air nira ini memerlukan kerja keras para penderes, sehingga bisa dikatakan bahwa penderes ini merupakan tulang punggung industri gula semut. Sehingga sudah sepantasnya kita berterimakasih kepada para penderes karena berkat kerja kerasnya dapat mempertahankan icon Kecamatan Kokap sebagai penghasil gula semut. Demikian diungkapkan dr. H. Hasto Wardoyo, SpOG(K), Bupati Kulonprogo saat peresmian Rumah Produksi Gula Semut "Mbok Tani", yang merupakan hasil kerjasama antara mahasiswa UGM, masyarakat Hargotirto dan Pemerintah Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), di Hargotirto, Kokap, Kulon Progo.
SIKIB, dalam mendorong "Indonesia yang lebih Baik" berfokus oleh kekuatan lima pilar, yaitu: Indonesia Pintar, Indonesia Sehat, Indonesia Peduli, Indonesia Hijau, dan Indonesia Kreatif. Menurut Hasto, kelima pilar tersebut di Kulonprogo telah dilaksanakan dengan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Khusus pada Pilar Indonesia Peduli, menurut Hasto, tidak hanya di Kecamatan Kokap saja akan di kembangkan, tetapi di seluruh kecamatan di Kulonprogo dengan cara membentuk kemitraan antara KK yang sudah sejahtera dengan KK yang masih prasejahtera.
"Kita ingin mengembangkan konsep sister family, yang diberi nama Kelompok Asuh Keluarga Binangun, jadi dalam satu kelompok ada 10 KK, dimana dalam kelompok tersebut KK yang sudah sejahtera mengasuh KK yang belum sejahtera," tutur Hasto.
Menurut Ratna Djoko Suyanto, yang memimpin rombongan SIKIB kali ini, SIKIB dan Tim UGM pertama kali mensurvei lokasi desa binaan di DIY pada tanggal 24 Januari 2010, dan dari survei tersebut Desa Hargotirto ditentukan sebagai Desa Binaan SIKIB yang dilaksanakan bekerjasama dengan UGM dan Pemkab Kulonprogo.
Mulai saat itu, kerjasama tersebut telah membangun Desa Hargotirto, dan pada tanggal 29 September 2010 diresmikan oleh Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono sebagai Desa Sejahtera Binaan SIKIB, bekerjasama dengan UGM dan Pemkab Kulonprogo.
Menurut Ratna, dalam perjalanannya hingga saat ini, Desa Hargotirto telah menunjukkan kemajuan yang pesat, didukung oleh Pemkab dan UGM melalui gerakan kepedulian mahasiswa pada masyarakat berupa KKN yang kini diadopsi oleh hampir seluruh perguruan tinggi di Indonesia.
"Tak heran jika pada tahun 2007, program KKN-PPM UGM mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi di Indonesia yang menjadi salah satu Regional Center of Expertise (RCE),"
ungkapnya.
Ratna menambahkan bahwa model kerjasama Penta Helix yang dikembangkan LPPM UGM yang terdiri dari lima elemen, yaitu pemerintah, kampus, swasta, lembaga keuangan, dan asosiasi profesional dapat melakukan banyak hal jika berjalan bersama. "Intinya adalah, Bersama Kita Bisa!" serunya.
Ratna juga menjelaskan bahwa Pemerintah menempatkan program pengurangan kemiskinan dan pengangguran sebagai prioritas utama yang dilakukan secara berlapis sehingga mendorong rakyat miskin dapat mandiri. Program tersebut dibagi dalam 4 klaster yaitu Klaster 1 Bantuan dan Perlindungan Sosial, Klaster 2 Pemberdayaan Masyarakat, Klaster 3 Kredit Usaha Rakyat dan Klaster 4 Program Pro Rakyat.
Menurut Prof. Dr. Techn. Ir. Danang Parikesit, M.Sc., Ketua LPPM UGM apa yang terjadi di desa Hargotirto ini adalah suatu transformasi yaitu perubahan yang tidak saja perubahan dari cara berpikir masyarakat Hargotirto, tetapi juga semangat masyarakat sekitar yang sangat besar untuk mengembangkan diri mereka sendiri untuk maju, mandiri dan sejahtera.
Menurut Danang, faktor kesuksesan pemberdayaan masyarakat antara lain mengerti benar potensi dan kebutuhan masyarakat setempat, masyarakat yang antusias, dan kepemimpinan yang kuat dari daerah bersangkutan.
Danang Parikesit juga menjelaskan bahwa kerja sama LPPM UGM dengan SIKIB telah berhasil memediasi dan mengembangkan Desa Hargotirto.
"Motivasi dari SIKIB telah memberikan semangat dalam mendampingi masyarakat untuk menjadi lebih baik. Tentu saja masing-masing memiliki porsinya sendiri, semangat kerjasama, kolaborasi, kooperasi, integrasi program, merupakan kunci penting dalam memupuk semangat kita ke depan," tuturnya. (dani)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar