Rabu, 11 April 2012

PEMKAB KULONPROGO SOSIALISASI PEMBANGUNAN BANDARA



WATES (KR radio) Temon is The Best Site merupakan ungkapan yang disampaikan Sekretaris Daerah Kulon Progo, Budi Wibowo, SH, MM di depan masyarakat dari 4 desa yaitu desa Jangkaran, desa Sindutan, desa Palihan dan desa Glagah yang akan terkena proyek bandara dalam acara sosialisasi pembangunan bandara internasional Kulon Progo sebagai pengganti Bandara Adisutjipto Yogyakarta di Gedung Binangun Pemkab Rabu (11/4).

Sekda Budi Wibowo mengatakan hasil feasibility study yang dilakukan oleh tim dari UGM dan Landrum & Brown selama 4 bulan mulai dari bulan Desember 2011 sampai Maret 2012, ada 7 lokasi yang di uji yaitu Adisucipto airport Sleman, Selomartani Sleman, Gading airport Gunung Kidul, Gadingharjo Bantul, dan 3 daerah di Kulonprogo yaitu Bugel, Temon dan Bulak Kayangan. Namun dari hasil FS, Temon sebagai salah satu kandidat terkuat atau mendapatkan nilai tertinggi 61 point mengalahkan tempat lain Gadingharjo, Bantul dengan 52 point.
“Namun dengan hasil perolehan nilai yang tinggi belum menjamin pembangunan bandara akan dilaksankan di wilayah Temon, tanpa ada kerjasama antara masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengantisipasi adanya spekulan tanah dan pihak-pihak yang mempunyai kepentingan lain yang akan menggagalkan rencana pembangunan bandara ini”terangnya.
Untuk itu, Budi mengajak masyarakat bekerja sama dengan pemerintah daerah guna mewujudkan pembangunan bandara yang bertaraf internasional bisa dibangun di wiayah Kulon Progo.
Sementara Paiman anggota BPD Paliyan kecamatan Temon mengharapkan ada sosialisasi langsung ke masyarakat dan memikirkan nasib warga yang lahannya terkena proyek bandara.
“Para petani yang kehilangan lahan sawah harus dipikirkan, jangan sampai kehilangan pekerjaannya. Apalagi kalau bandara benar-benar terwujud, jangan sampai kita hanya jadi penonton,”ujar Paiman.
Menurut Budi dengan dibangunnya bandara internasional tersebut diharapkan akan berdampak positif pada sektor yang lain dan akan berimbas meningkatnya perekonomian masyarakat, karena perdagangan, pariwisata dan indusri lain akan meningkat mengikuti pembangunan bandara ini. Sehingga masyarakat sekitar tidak hanya menjadi penonton saja. Sebaliknya jika pembangunan bandara mengalami kekagagalan DIY pada umumnya dan Kulon Progo khususnya akan tertinggal dari daerah lain. (dani wibisono)

2 komentar: